• Naik Haji? Perbaiki Niat

  • New Masyarakat.net
  • Naik Haji? Perbaiki Niat

    Ashar Tamanggong (bak)

    Ashar Tamanggong 

    Banyak orang sibuk bertanya, “Kapan berangkat haji?”
    Padahal ada pertanyaan yang sering terlewat: “Untuk apa berangkat haji?”

    Sebab haji bukan sekadar perjalanan jauh, apalagi sekadar upgrade status WhatsApp: “Alhamdulillah, menuju Tanah Suci.” Haji adalah perjalanan niat. Kalau niatnya bengkok, koper boleh lurus—tetap saja pulangnya tidak utuh.

    Ada yang niat hajinya mulia: memenuhi panggilan Allah.
    Ada juga yang niatnya bercabang: sedikit karena Allah, sedikit karena gelar.

    Pulang haji, namanya bertambah satu kata: Haji.
    Sayangnya, akhlaknya belum bertambah satu tingkat.

    Nabi ﷺ mengingatkan:
    “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, kalau niatnya ingin dipanggil “Pak Haji” di kampung, ya dapatnya itu.

    Kalau niatnya ingin dipuji tetangga, ya puasnya sebentar—sampai tetangga beli motor baru.

    Haji itu ibadah mahal. Mahal biaya, mahal tenaga, mahal kesabaran.
    Maka rugi besar kalau niatnya murah.
    Lucunya, ada orang rajin manasik, tapi malas mengoreksi niat.

    Padahal yang paling berat bukan thawaf mengelilingi Ka’bah,
    tetapi mengelilingi hawa nafsu yang ikut-ikut dalam doa.


  • Baca Juga :

  • Haji mabrur itu bukan diukur dari berapa botol air zamzam yang dibawa pulang, tetapi dari berapa banyak kebiasaan buruk yang ditinggal di Makkah.

    Kalau sebelum haji:
    Mudah marah, pulang haji tambah sabar
    Dulu suka menipu, pulang haji jadi jujur

    Dulu shalat bolong-bolong, pulang haji jadi tepat waktu
    Itu baru tanda niatnya sampai.

    Allah berfirman:
    “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196).

    Perhatikan: karena Allah, bukan karena kamera, bukan karena status sosial, bukan karena undangan walimatus safar yang meriah.

    Maka sebelum bertanya soal kuota dan estimasi keberangkatan, perbaiki dulu niat di hati.
    Sebab boleh jadi ada orang belum berhaji, tapi niatnya sudah mabrur.
    Sebaliknya, ada yang sudah berhaji, tapi niatnya masih tertinggal di bandara.

    Naik haji itu panggilan.
    Memperbaiki niat itu kewajiban.
    Semoga ketika Allah memanggil kita ke Baitullah,
    yang berangkat bukan hanya badan,
    tetapi juga hati yang bersih dan niat yang lurus.

    Manggarupi 4 Jan 2026





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya



Kalau Sudah Berihram, Bukalah Topengmu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awas KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku Hari Ini

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Belajar dari Cacing

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Tobat Ekologis: Amanah Menjaga Bumi

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Bangkitlah

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awal Baik, Kunci Kesuksesan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Penghujung Waktu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Boleh Marah, Meludah Jangan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Tujuh Pesan Memasuki Tahun 2026

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0