• Bachtiar Adnan Kusuma, "Jangan Mati Sebelum Menulis" di Acara KISS

  • New Masyarakat.net
  • Bachtiar Adnan Kusuma, \"Jangan Mati Sebelum Menulis\" di Acara KISS

    Bachtiar Adnan Kusuma, "Jangan Mati Sebelum Menulis" di Acara KISS (Bak)

    Makassar, MASYARAKAT.NET-Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma didaulat memberi Kajian Islam Sabtu Subuh( KISS) di Masjid Nurul Huda Bontoduri, Makassar, Sabtu Tgl 3 Januari 2026. Bachtiar Adnan Kusuma membedah judul" Jangan Mati Sebelum Melahirkan Karya Buku" diikuti jamaah masjid Nurul Huda dengan penuh semangat dan interaktif.

    Acara KISS dipandu Ketua RT Jamaluddin Manda alias Janda, Bachtiar Adnan Kusuma tampil memukau dengan materi best practice.

    Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, tidak ada alasan umat Islam tertinggal dari umat lain, selain para ulama telah meninggalkan contoh-contoh yang mulia dengan peradaban dunia Islam, umat Islam adalah pelopor utama lahirnya perpustakaan di dunia pada tahun 85 Hijriyah atau 815 Masehi dengan munculnya perpustakaan di Irak dan Mesir.

    Kejayaan ilmu pengetahuan telah diwariskan para ulama dunia Islam dengan hadirnya Ibnu Sina menulis 276 kitab dengan bukunya yang terkenal dalam dunia kedokteran" Assyifa". Selain itu ada Ibnu Batutah pengelana dunia dengan mengunjungi 44 negara selama 30 tahun dengan menempuh jarak 127.700 kilometer dengan menulis buku" Rihlah Ibnu Batutah". 

    " Budaya membaca dan budaya menulis adalah warisan mahakarya para ulama terdahulu kita yang wajib hukumnya diteruskan umat Islam Indonesia. Caranya dengan membentuk ekosistem lahirnya gerakan satu masjid satu perpustakaan" kata penggerak Nasional Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional ini.


  • Baca Juga :

  • Karena itu, contoh para ulama kita seperti Buya Hamka, Prof Ali Mustafa Yaqub, Muhammad Natsir menulis buku adalah warisan sejarah yang harus diteruskan umat Islam. Budaya menulis harus tumbuh di kalangan warga masjid, selanjutnya kata Bachtiar Adnan Kusuma menjadi solutif di tengah rendahnya akses buku-buku bermutu di Indonesia. 

    Semakin banyak umat Islam menulis buku, lanjut Bachtiar Adnan Kusuma semakin memperkuat referensi pustaka kita. 

    Bachtiar Adnan Kusuma memberi apresiasi tinggi kepada pengurus masjid Nurul Huda Bontoduri yang telah memprakarsai menulis buku tentang "Masjid Nurul Huda, Sejarah dan Perannya" yang ditulis Haji Muhammad Amin Basri.

    " Saya memberi pujian tinggi dan wajib menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia dengan menulis sejarah berdirinya sebuah masjid. Selain menjaga marwah literasi keberadaan masjid, juga mencegah adanya klaim dari pihak tertentu tentang eksistensi sebuah masjid" kata Bachtiar Adnan Kusuma yang memberi buku kepada jamaah yang bertanya.(Bur)





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya




IKA Unhas Segera Gelar Mubes, MRR Ditunjuk Ketua Panitia

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Sudahkah Kita Bahagia

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0





SMK 3 Makassar Peduli Bencana

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0