-
Prof. Syahrir Malongi Terpilih jadi Ketua Dewan Dakwah Sulsel Periode 2025-2030
-
New Masyarakat.net
-

Ketua terpilih DDII Sulsel bersama beberapa tim Formatur (Ilham)
Makassar, MASYARAKAT.NET-Pengurus Wilayaj Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) gelar musyawarah dengan agenda utama pemilihan ketua untuk priode 2025-2030. Berlangsung di Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jl. Urip Sumuharjo, Makassar. Sabtu (1/2/2025).
Para hadirin terdiri dari dewan pertimbangan, pengurus harian, perwakilan pemuda, perwakilan daerah, utusan pemuda, dan para anggota DDII yang ada di berbagai daerah di Sulsel. Hadir pula dari perwakilan Pimpinan Pusat, Khaerul Anam.
Musyawarah penentuan ketua wilayah berlangsung dengan penuh diskusi, dinamika, cukup alot, menguji nyali, namun penuh kekeluargaan, sangat2 khidmat.
Namun sebelum itu dibentuk Tim Formatur yang terdiri dari Pimpinan Pusat DDII, Ust. Khairul Anam, Ketua Dewan Pertimbangan, Prof. Syahrir Malongi, Ketua Pengurus Demisioner KH. Muh. Said Abd Shamad, utusan dari Pemuda, Dr Askar Fatahudrin, utusan dari Ketua Panitia Muswil, Dr. Ir. Syahrir Badaruddin, utusan Sekertaris Demisioner, Ust. Haris Abd Rahmah, dan Dr Ilham Kadiri sebagai perwakilan utusan dari daerah.
Dan para formatur sepakat memilih Prof. Dr. Syahrir Malongi sebagai Ketua DDII Wilayah Sulsel Priode 2025-2030, sementara Ketua Dewan Pertimbangan dijabat oleh Prof. Dr. Mansyur Ramli. Ketua Terpilih juga merupakan Ketua Dewan Pengawas Yayasan Badan Wakaf UMI Makassar.
"Ke depan kita berharap agar para pengurus tetap semangat dalam mengurus umat melalui wadah Dewan Dakwah. Amanah ini tentu berat, namun jika dipikul bersama akan terasa ringan. Terima kasih atas kepercayaan ini, dan kami berjanji untuk bekerja lebih maksimal dalam mengembangkan dan memajukan DDII," kata Ketua terpilih, Prof. Syahrir.
-
Baca Juga :
- Pemuda Muslimin Indonesia Sumbar Gandeng Pemuda Nagari Gelar MTQ di Batu Gadang
- Dukung Penataan Perdagangan Daging Non Halal, Pemuda Muslimin Indonesia Sumut Siap Gelar Aksi Sajadah
-
Sementara itu, salah satu anggota Tim Formatur, Ilham Kadir, menyatakan bahwa DDII harus merawat semangat dakwah yang telah dihembuskan oleh Muhammad Natsir.
"Rujukan kita dalam berdakwah seharusnya merujuk pada pendiri DDII dan sekaligus pendiri bangsa Indonesia, Muhammad Natsir. Dakhwahnya segala lini, dari organisasi, politik, pendidikan, menulis buku dan artikel-artikel, dan berbagai media dakwah lainnya", jelas alumni Pendidikan Kader Ulama DDII-BAZNAS RI tersebut.
Jurjur saja, lanjut Ilham Kadir, selama ini program-program dakwah DDII di Sulsel tidak terlihat, artinya tidak banyak pergerakan atau stagnan.
"Pengurus ke depan, harus banyak bergerak dengan memanfaatkan para anak-anak muda yang memiliki kapasitas yang mumpuni untuk ikut menjadi bagian dari penggerak dakwah," tegas Ilham Kadir.(bur)
-
Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:
-
Tag :
-
Komentar :
-
Share :