• Hati-Hati Terhadap Pemimpin Pembohong

  • New Masyarakat.net
  • Hati-Hati Terhadap Pemimpin Pembohong

    Aswar Hasan (aras)

    Dr Aswar Hasan

    Dosen Unhas 

    عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَكُونُ بَعْدِيأُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّيوَلَسْتُ مِنْهُ، وَلَنْ يَرِدَ عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَىظُلْمِهِمْ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكِذْبِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ". 

    Artinya:

    "Akan ada setelahku para penguasa. Siapa yang masuk menemui mereka lalu membenarkan kebohongan mereka dan membantu mereka dalam kezaliman mereka, maka dia bukan termasuk golonganku dan aku bukan golongannya, dan dia tidak akan menemuiku di Telaga (surga). Dan siapa yang tidak masuk menemui mereka, tidak membantu kezaliman mereka, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, maka dia termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya, dan dia akan menemuiku di Telaga."  Hadis riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/77)

    Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ini merupakan salah satu peringatan Rasulullah SAW tentang kondisi umat Islam setelah beliau wafat, khususnya berkaitan dengan kebohongan dan kepemimpinan dalam kekuasaan. Dalam hadis ini, Rasulullah SAW dengan jelas menginformasikan bahwa akan muncul para pemimpinyang pembohong setelah beliau, dan pemimpin tersebut tidak akan menegakkan kebenaran dan keadilan.  mereka justru akan terjerumus dalam kedustaan dan kezaliman.

    Atas permasalahan tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan dua sikap umat terhadap para pemimpin seperti itu. Pertama, orang-orang yang masuk kepada para pemimpin tersebut, membenarkan kebohongan mereka, dan mendukung kezaliman mereka. Orang-orang ini, tegas Rasulullah, bukanlah bagian dari golongan beliau. Rasulullah SAW malah menegaskan bahwa mereka tidak akan berjumpa dengannya di telaga surga (al-haudh), tempat berkumpulnya umat Nabi di hari kiamat untuk mendapatkan minuman yang menyelamatkan dari kehausan dahsyat.

    Kedua, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak mendatangi para pemimpin zalim tersebut, dan tidak mendukung kezaliman mereka, serta tidak membenarkan kebohongan mereka, justru termasuk dalam golongan beliau. Mereka ini akan mendapat kehormatan untuk bertemu Rasulullah di telaga surga. Ini adalah penghargaan dan kehormatan luar biasa, betapa tidak, karena bertemu Rasulullah di hari kiamat adalah tanda keselamatan dan kedekatan dengan beliau.


  • Baca Juga :

  • Hadis ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya menjaga integritas, keberanian untuk menolak kebatilan, dan tidak menjadi alat atau pembela kezaliman, meskipun tekanan duniawi begitu menggoda dan dahsyat. Membenarkan kebohongan dan membantu kezaliman mereka, bukan sekadar kesalahan biasa, tetapi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap ajaran Rasulullah SAW. Bahkan, konsekuensinya sangat berat: terputus dari hubungan dengan Rasulullah dan kehilangan kesempatan mulia untuk bertemu beliau di akhirat.Identifikasi kelompok mereka untuk kondisi saat ini diantaranya adalah para buzzer yang membela pembohong demi uang, jabatan dan hal bersifat duniawi. Lebih celaka lagi jika diantara mereka, ada ulama.

    Dalam konteks hadis tersebut, mengandung beberapa pelajaran penting. Pertama, umat Islam harus selalu bersikap kritis dan tidak pling-plang terhadap kekuasaan. Islam tidak mengajarkan loyalitas buta kepada pemimpin, melainkan menanamkan bahwa ketaatan hanya dalam perkara yang benar dan adil. Jika pemimpin melakukan kezaliman -kebohongan-umat harus mengingkarinya dari kezaliman tersebut, dengan tetap menjaga adab dan tata cara yang diajarkan syariat.

    Kedua, hadis ini mengajarkan umat untuk memiliki prinsip dalam menghadapi kekuasaan. Sekali pun akses kepada para penguasa bisa membuka peluang duniawi, Rasulullah SAW memperingatkan bahwa mendekat kepada kekuasaan mereka dengan membenarkan kebatilannya dan mendukung kezalimannya justru membawa kebinasaan diakhirat kelak. Hal ini menjadi nasihat penting terutama bagi para ulama, pejabat, tokoh masyarakat atau aktifis dan siapa saja yang memiliki hubungan dekat dengan penguasa.

    Ketiga, hadis ini juga menunjukkan bahwa kezaliman dan kebohongan adalah dua perkara besar yang sangat dikecam dalam Islam. Membantu atau membiarkan kezaliman tanpa perlawanan menunjukkan kerusakan iman seseorang. Karena itu, seorang Muslim harus menjadi pelopor penegak kebenaran, bukan sekadar diam menyaksikannya atau bahkan menjadi pendukung kezaliman.

    Sejarah umat Islam, telah memberi banyak contohdimana para ulama dan orang-orang saleh yang memegang teguh prinsip. Lebih lebih memilih hidup sederhana, terasing, bahkan dipenjara dan disiksa daripada harus berkompromi dengan kekuasaan zalim. Imam Ahmad bin Hanbal, contohnya, lebih memilih disiksa daripada mengakui aqidahyang salah yang didukung oleh penguasa saat itu. 

    Akhirnya, hadis ini adalah merupakan seruan kepada seluruh umat Islam untuk selalu berada di jalan  kebenaran, walaupun itu pahit dan penuh risiko. Kesetiaan kita kepada Rasulullah SAW tidak hanya diukur dari ucapan syahadat, tetapi juga dari sikap dan tingkah laku kita terhadap kezaliman di dunia ini. Barangsiapa menjaga prinsip ini, maka ia akan mendapatkan kehormatan besar: bertemu Rasulullah di telaga surga.

    Semoga Allah melindungi kita dan memberikan  kekuatan untuk menjadi bagian dari golongan Rasulullah SAW, dengan menjaga kejujuran, menolak kezaliman, dan tetap istiqamah dalam membela kebenaran hingga akhir hayat.Wallahu a’lam bisawwabe.





  • Update Info Covid 19 Nasional dan Internasional Disini:

  • Tag :

  • Komentar :

  • Share :



Baca Lainnya



Kalau Sudah Berihram, Bukalah Topengmu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Naik Haji? Perbaiki Niat

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awas KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku Hari Ini

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Belajar dari Cacing

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Tobat Ekologis: Amanah Menjaga Bumi

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Bangkitlah

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Awal Baik, Kunci Kesuksesan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Penghujung Waktu

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0

Boleh Marah, Meludah Jangan

favorite_border 0
chat_bubble_outline 0